Photobucket

Thursday, April 9, 2009

Da'ie, berdayalah untuk ISLAM.

Makna Tarbiyah itu sendiri adalah mengharuskan seseorang lebih berdaya, bukan terus-menerus menempel dan tergantung pada orang lain. Meskipun kebersamaan itu merupakan sesuatu yang baik tapi ada saatnya kita tidak dapat bersama, demikian sunnahnya. Sebab kalau mahu, para Sahabat Rasulullah SAW bisa saja menetap dan wafat di Madinah, atau terus-menerus tinggal ber-mulazamah tinggal di Masjidil Haram yang nilainya sekian ratus ribu atau di Masjid Nabawi yang pahalanya sekian ribu kali. Tapi mengapa makam para Sahabat tidak banyak berada di Baqi atau di Mala, tetapi makam mereka banyak bertebaran jauh, beribu-ribu mil dari negeri mereka.


Sesungguhnya mereka mengutamakan adanya makna diri mereka sebagai perwujudan firman-Nya : Wal takum minkum ummatuy yad'una ilal khair. Atau dalam firman-Nya : Kuntum khaira ummatin ukhrijat linnaas (QS : Ali imran : 110). Ummat yang baik tidak untuk disembunyikan tetapi untuk ditampilkan kepada seluruh ummat manusia. Inilah sesuatu yang perlu kita jaga dan perhatikan. Kita semua beramal tapi tidak larut dalam kesendirian. Hendaklah ketika sendiri kita selalu mendapat cahaya dan menjadi cahaya yang menyinari lingkungan sekitarnya.

Jangan lagi ada kader yang mengatakan, saya jadi buruk begini karena lingkungan. Mengapa tidak berkata sebaliknya, karena lingkungan seperti itu, saya harus mempengaruhi lingkungan itu dengan pengaruh yang ada pada diri saya. Seharusnya dimanapun dia berada ia harus berusaha membuat kawasan-kawasan kebaikan, kawasan cahaya, kawasan ilmu, kawasan akhlaq, kawasan taqwa, kawasan al haq, setelah kawasan-kawasan tadi menjadi sempit dan gelap oleh kawasan-kawasan jahiliyah, kezhaliman, kebodohan dan hawa nafsu. Demikianlah ciri kader, dimanapun dia berada terus-menerus memberi makna kehidupan. Seperti sejarah da'wah ini, tumbuh dari seseorang, dua orang kemudian menjadi beribu-ribu atau berjuta-juta orang.


Sangat indah ungkapan Imam Syahid Hasan Al Banna,Antum ruhun jadidah tasri fi jasadil ummah. Kamu adalah ruh baru, kamu adalah jiwa baru yang mengalir di tubuh ummat, yang menghidupkan tubuh yang mati itu dengan Al Qur'an. Jangan ada sesudah ini, kader yang hanya mengandalkan kerumunan besar untuk merasakan eksistensi dirinya. Tapi, dimanapun dia berada ia tetap merasakan sebagai hamba Allah SWT., ia harus memiliki kesadaran untuk menjaga dirinya dan taqwanya kepada Allah SWT., baik dalam keadaan sendiri maupun dalam keadaan terlihat orang. Kemanapun pergi, ia tak merasa kesunyian, tersudut atau terasing karena Allah senantiasa bersamanya. Bahkan ia dapatkan kebersamaan Rasul-Nya, ummat dan alam semesta senantiasa.

Kehebatan Namrud bagi nabi Ibrahim AS tidak ada ertinya, tidaklah sendirian. Allah bersamanya dan alam semesta selalu bersamanya. Api yang berkobar-kobar yang dinyalakan Namrud untuk membinasakan dirinya, ternyata satu korps denganya dalam menunaikan tugas pengabdian kepada Allah. Alih-alih dari menghanguskanya, justeru malah menjadi bardan wa salaman (penyejuk dan penyelamat). Karena itu, kader sejati yakin bahwa Allah SWT akan senantiasa membuka jalan bagi pejuang da'wah sesuai dengan janji-Nya, intanshurullah yan shurkum wa yutsabbit aqdamakum (jika kamu menolong Allah, Ia pasti menolongmu dan mengukuhkan langkahmu).


Semoga para kader mendapatkan perlindungan dan bimbingan dari Allah SWT di tengah derasnya arus dan badai perusakan ummat. Kita harus yakin sepenuhnya akan pertolongan Allah SWT dan bukan yakin dan percaya pada diri sendiri. Masukkan diri dalam benteng-benteng kekuatan usrah atau halaqah tempat junud da'wah melingkar dalam satu benteng perlindungan, menghimpun bekal dan amunisi untuk terjun ke arena pertarungan haq dan bathil yang berat dan menuntut pengorbanan. Disanalah kita mentarbiyah diri sendiri dan generasi mendatang. Inilah sebagian pelipur kesediaan ummat yang berkepanjangan, dengan munculnya generasi baru. Generasi yang siap memikul beban da'wah dan menegakkan Islam. Inilah harapan baru bagi masa depan yang lebih gemilang, dibawah naungan Al Qur'an dan cahaya Islam rahmatan lil alamin.

Merendahlah, engkau kan seperti bintang-gemintang Berkilau di pandang orang Diatas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi Janganlah seperti asap Yang mengangkat diri tinggi di langit Padahal dirinya rendah-hina.. (ALMARHUM Ust KH Rahmat Abdullah)


Halaqah-Online

Tuesday, March 17, 2009

Kuatkan Barisan, Raih kemenangan

BismiLLahirrahmanirraheem..

** ( Untuk besarkan tulisan, --> tekan CTRL+ )

Suatu saat Rasulullah saw. pernah bertanya kepada para sahabatnya:


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - : أَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى أَكْرَمِ أَخْلاَقِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ؟ تَعْفُو عَمَّنْ ظَلَمَكَ وَتُعْطِى مَنْ حَرَمَكَ وَتَصِلُ مَنْ قَطَعَكَ

Nabi saw bersabda : “Mahukah kalian aku tunjukkan akhlak yang paling mulia di dunia dan diakhirat? Memberi maaf orang yang menzalimimu, memberi orang yang menghalangimu dan menyambung silaturrahim orang yang memutuskanmu.”

(HR. Baihaqi)


أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan.” (H.R. Bukhari-Muslim).

“Mahukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada solat dan tsaum (puasa)?” Sahabat menjawab, “Tentu saja!” Rasulullah pun kemudian menjelaskan, “Engkau damaikan orang yang sedang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menyatukan berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan ukhuwah di antara mereka, (semua itu) adalah amal soleh yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan.” (H.R. Bukhari-Muslim).

Saudaraku, dari hadis di atas dapat kita lihat bahwa betapa besar nilai sebuah jalinan persaudaraan. Oleh karena itu, memperkukuhkan ukhuwah islamiyah merupakan salah satu tugas penting bagi kita. Namun, bagaimanakah utk kita memastikan agar ruh ukhuwah tetap kukuh? Rahasianya ternyata terletak pada sejauhmana kita mampu bersungguh-sungguh untuk memiliki hati yang bersih dan selamat. Karena, kalbu yang kotor dipenuhi sifat iri, dengki, hasud, dan buruk sangka, pasti akan membuat pemiliknya melakukan perbuatan-perbuatan tercela yang sekaligus dapat merosak ukhuwah. Mengapa? Sebab bila di antara sesama muslim saja sudah saling berburuk sangka, saling iri, dan saling mendengki, mana mungkin akan tumbuh nilai-nilai persaudaraan yang indah?

Sekali lagi Saudaraku, adakah rasa persaudaraan dapat kita rasakan dari orang yang tidak memiliki kemuliaan akhlak? Tentu saja tidak! Kemuliaan akhlak tidak akan pernah bersatu dengan hati yang penuh iri, dengki, ujub, riya, dan takabur. Di dalam hati yang kusam dan busuk inilah tersimpan benih-benih tafarruq (perpecahan) yang muncul dalam pelbagai bentuk permusuhan dan kebencian terhadap sesama muslim.

Dengan demikian, bila ada dua bangsa yang berperang, sekurang-kurangnya pasti salah satu di antara mereka adalah sekumpulan manusia buruk akhlak, tamak, dan terbius oleh gejolak nafsu untuk melemahkan pihak yang lain. Bila dua suku berseteru, setidaknya satu di antara mereka adalah manusia bermental rendah dan hina karena (mungkin) merasa sukunya lebih tinggi derajat kemuliaannya. Bila dua keluarga tak bertegur sapa, sekurang-kurangnya salah satunya telah terselimuti hawa nafsu, sehingga menganggap permusuhan adalah satu-satunya langkah yang bisa menyelesaikan masalah.

Selanjutnya, tanyakanlah kepada diri masing-masing. Adakah kita saat ini tengah merasa tidak enak hati terhadap teman, adik, kakak, abang atau bahkan ayah dan ibu sendiri? Adakah kita saat ini masih menyimpan kesal kepada teman seperjuangan karena ia lebih diperhatikan orang? Adakah kita saat ini masih menyimpan rasa ghill (dengki) terhadap saudara seiman sesama kader dakwah, lantaran mungkin nasibnya lebih baik dari kita?

Bila demikian halnya, mana mungkin terketuk hati ini ketika mendengar ada seorang muslim yang teraniaya, ada sekelompok masyarakat muslim yang diperangi? Mana mungkin kita mampu bangkit serentak manakala hak-hak muslim dirampas oleh kaum yang zalim? Mana mungkin kita mampu utk mengulangi kembali kejayaan umat Islam?

Nah, dari sinilah bermulanya langkah untuk merenung dan mengkaji semula sejauhmana kita telah memahami makna ukhuwah islamiyah. Karena, dari sini juga Rasulullah Saw memulakan amanah kerasulannya. Betapa Rasul menyadari bahwa menyempurnakan akhlak pada hakikatnya adalah mengubah karakter dasar manusia. Karakter akan berubah seiring munculnya kesadaran setiap orang akan jati dirinya. Oleh karena itu, menumbuhkan kesadaran adalah jihad karena kesadaran merupakan sebutir mutiara yang hilang tersapu oleh berlapis-lapis hawa nafsu.

Manakala saat kesadaran telah tersemai, jangan hairan jika Umar bin Khattab yang pemberang adalah manusia paling pemaaf kepada musuhnya yang telah menyerah di medan perang. Seorang sahabat meletakkan pipinya di tanah dan minta diinjak kepalanya oleh sahabat bekas hamba yang telah dihinanya. Para sahabat yang berhijrah bersama Rasul ke Madinah, dipertautkan dalam tali persaudaraan yang indah dengan kaum Anshar, sementara kaum Muslimin Madinah ini rela berbagi tanah dan tempat tinggal dengan saudara-saudaranya seiman seaqidah tersebut.

Saudaraku, kekuatan ukhuwah memang hanya dapat dibangkitkan dengan kemuliaan akhlak. Oleh karena itu, nampaknya kita amat merindukan pribadi-pribadi yang mampu mencoret keluhuran akhlak. Pribadi-pribadi yang pelbagai, sesederhana apa pun, adalah buah fikiran yang sekuat-kuatnya dicurahkan untuk meringankan atau bahkan memecahkan masalah-masalah yang bersarang pada dirinya sendiri maupun orang-orang di sekelilingnya sehingga berbicara dengannya selalu membuahkan kelapangan.

Tatapan matanya adalah tatapan bijak bestari sehingga siapa pun niscaya akan merasakan kesejukan dan ketenteraman. Wajahnya adalah cahaya cemerlang yang sedap dipandang lagi mengesankan karena ia memancarkan kejujuran itikad. Sementara itu, senyum yang tak pernah lekang menghias bibirnya adalah sedekah yang jauh lebih mahal nilainya daripada intan mutiara. Tak akan pernah terucap dari lisannya, kecuali untaian kata-kata yang penuh hikmah, menyejukkan, membangkitkan keinsafan, dan meringankan beban derita siapapun yang mendengarkannya.

Berjabat tangannya yang hangat adalah jabat tangan yang mempertautkan seerat-eratnya dua hati dan dua jiwa yang tiada terlepas, kecuali diawali dan diakhiri dengan ucapan salam. Kedua tangannya teramat mudah terulur bagi siapa pun yang memerlukannya. Sementara itu, bimbingan kedua tangannya, pastu selalu akan berada di majlis-majlis yang diberkati Allah Azza wa Jalla.

Dengan demikian, umat Islam harus berhijrah dari berpecahbelah menuju ukhuwah islamiyah, seraya menepis sisa-sisa jahiliyah dari hati ini. Memiliki qalbu yang bersih dan selamat harus berada ditempat paling tinggi dari segala-galanya agar kita mampu menilai diri dengan sebaik-baiknya dan menatap jauh ke depan agar Islam benar-benar dapat termanifestasikan menjadi rahmatan lil ‘aalamiin dan umat pemeluknya benar-benar menjadi “sebaik-baik umat” yang diturunkan di tengah-tengah manusia.

Wallahu a’lam..

-Dakwatuna-

Monday, March 9, 2009

Pemergianmu...

Bismillahirrahmanirraheem..



Allahumma solli 'ala Muhammad
wa baarik wa sallim 'alaih..


Monday, March 2, 2009

Pesona Cinta

Bismillah..

Tgh syok menyelongkar "my ftec" yg dah lama xdisentuh,
tiba² terdengar lagu ni, dah lama sgt xdengar..

Best! wording power! cuma agak kepuitisan.
Tiade kaitan dgn ape² kejadian mahupun peristiwa, harap maklum!
Sekadar mengajak diri dan sahabat² menghayati dan mengambil ibrah darinya..

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++







~>Please "STOP" MY MP3 at the right sidebar b4 u play this song, tQ!<~

Kau siramkan wangian mawar putih
Kepada sebuah kenangan yang layu
Bisakah merubah detik-detik yang berlalu
Dari sekadar impian yang kaku

Jiwa terpaut menyaksi
Seribu pengorbanan dihulur
Cinta kasihan bersemi
Mengagung tak disedari
Diimpi tak pasti
Mengharap tak mendakap
Kesetiaan dijunjung
Rupanya tak ke hujung

Lilin yang menyala membakari dirinya
Buat menerangi insan yang memerlukan
Tanpa disedari diri sendiri sirna
Duka nestapa dibiarkan saja

Begini jadinya bila dihamba pesona cinta
Yang buta tak mengenal sebenar sifatnya

Cinta suci bukan untuk dinodai
Kasih jangan dikhianati
Lamarlah belas simpati

Kesucian cinta
Ikhlas tak diundang
Perliharalah...


Thursday, February 5, 2009

Sayang Islam bukan hanya dgn foward mesej "PALSU" je! Kenalah berda'wah! STOP IT!!

BismiLLahirrahmanirraheem..

Setelah beberapa ketika sy telah melakukan sesi pengabaian kpd blog ini, bukan kerana tidak mahu menyampaikan tetapi sedang cuba utk mengutamakan yang utama dan akhirnya sedikit perkongsian buat semua..

Kebelakangan ini, sy dapati telah hampir setiap hari sy akan mendelete mesej-mesej yg berunsurkan pembohongan di friendster dan adakalanya di hp. Msg yg kononnya cuba mengaplikasikan pesan Rasulullah saw dlm hadithnya yg bermaksud,

"Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat.."
[H/R: Bukhari dan Tirmizi]

Tetapi sejauhmana kebenaran dan kesahihan mesej yang difoward tersebut tidaklah pula dikaji sepertimana firman Allah SWT yang bermaksud,

"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu."
[HQ 49:6]

Ketidakfahamanku semakin ketara dengan golongan ini. Ditambah pula dengan mesej yang disampaikan itu adakalanya berunsurkan ugutan, tak ubah seperti email berantai yang pernah popular satu masa dulu. Dan pendapat peribadi sy, adalah sekali-kali tidak boleh dijadikan bahan ukuran sebagai tidak menjalankan tanggungjawab dakwah kepada ummah seandainya orang yang menerima mesej-mesej yg kononnya "Islamic" ini tidak memfoward kepada orang lain selepasnya. Ini jelas dalam firman-Nya yang bermaksud,

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah
dan katakanlah perkataan yang benar.."
[HQ 22:70]

" Maka bertanyalah kepada orang-orang yang tahu (berilmu), jika kamu tidak mengetahui.."
[HQ 21:7]

"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan solat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.."
[HQ 9:71]

Disini sy sertakan satu artikel menarik yang bertepatan dengan topik pada kali ini. Ditulis oleh Akh Idris dan boleh kita hayati serta renungkan bersama kesan setiap tindakan kita itu kepada agama dan masyarakat.

+++++++++++++++++++++++++++++++

“Slm,kpd smua yg brglr mslim,hri ni pkr meteorologi bhgn bunyi dr Rusia mndpti ssuatu bnyi gnjil sprti ngauman rksasa dr bwh mantel bumi.Menurut para ulama kmungkinan bsr itu suara Dajal y brusaha utk naik ke muka bumi.Oleh itu,kita d sruh sntiase x b’henti azan n solat,sbrkn kpd 10 umat ISLAM...amanat.”

Siapalah pencetus angkara ni ya? Jangan-jangan orang dari ‘line’ telefon tak? Maklumlah, satu orang kena sebar kepada sepuluh orang. Kalau ada sejuta orang pengguna, kan dah jadi 10,000,000 sms? Lagi cepat habis kredit pengguna, lagi untunglah pihak penjualnya. Ini sekadar agak-agak saja, belum ada bukti kukuh pun.

Dari semasa ke semasa pelbagai berita buruk yang boleh menggugat ketenteraman jiwa umat Islam disebarkan melalui cara di atas. Kena sebar kepada 10 oranglah, 7 oranglah. Antaranya berita Masjidil Aqsa dikepung, seolah-olah hendak diserang dan diruntuhkan oleh tentera Zionis sebentar saja lagi. Selang beberapa bulan, masuk lagi mesej yang sama. Entah berapa kalilah Masjidil Aqsa hendak dikepung dan diruntuhkan.. : )

Kadang-kadang isinya dalam bentuk fadhilat. Contohnya (lebih kurang):

“Laailahaillallah, Muhammadurasulullah. Kalimah tauhid yang membawa berkat. Sabda Nabi, sampaikan walau satu ayat. Sebarkan kepada 10 orang Islam, insyaallah membawa kebaikan.”

‘Hadis-hadis palsu zaman moden’ ini hampir-hampir tidak ada manfaatnya. Jika ada perkataan “sampaikan kepada sejumlah orang” biasanya mengarut saja. Memang baik kita abaikan. Sekiranya anda menulis ataupun mendapat hadis umpamanya, dan mahu disampaikan kepada orang lain, itu memang bagus. Tapi yang berisi arahan supaya sebarkan kepada sejumlah orang, kadang-kadang berupa ugutan pula, jangan dilayan.

Ugutan yang dibuat pun memang melucukan (bagi yang tahu). Samalah halnya dengan surat berantai kisah Syeikh Ahmad yang ‘mengetop’ kisahnya sekitar 70-8-an dulu. Sesiapa yang sebarkan surat itu kepada sejumlah orang, pasti akan mendapat imbuhan keduniaan seperti kenaikan pangkat, mendapat anak dan macam-macam lagi. Siap diberikan contoh kejayaan orang-orang kenamaan yang pernah menyebarkan surat itu. Sesiapa yang tidak percaya dan tidak mahu menyebarkannya pula, akan ditimpa musibah yang besar, juga beserta contoh-contoh mereka yang pernah terkena musibahnya. ‘Hadis-hadis palsu zaman moden’ ini pun ada juga yang diselitkan ugutan seumpama ini. Orang awam yang kurang pengetahuan pun bersungguh-sungguhlah menyebarkannya kerana takut terkena musibah. Mana yang lebih bijak, mereka SMS ustaz-ustaz dulu minta penjelasan.

Antara bahaya besar yang kita nampak daripada aktiviti penyebaran ‘hadis-hadis palsu zaman moden’ ini boleh kita ambil daripada cerita ‘Penggembala dengan Harimau’. Penggembala berteriak kepada orang kampung kononnya kambing-kambingnya diserang harimau. Apabila orang kampong tiba, ternyata perkara itu hanyalah dustaan si penggembala. Kali pertama orang percaya, kali kedua orang percaya. Masuk kali ketiga orang buat tak tahu saja walaupun ketika itu memang betul ada harimau menyerang kambing-kambing.

Dalam hal ‘hadis palsu moden’ ini, dikhuatiri satu hari nanti umat Islam sudah hilang sensitif kerana muak ditipu berulang-kali dan akhirnya buat tak tahu saja mesej yang disebarkan sedangkan ketika itu umat Islam memang betul-betul berada dalam bahaya dan memerlukan gerak segera. Memang tidak bertanggungjawab para pencetus ‘hadis palsu moden’ ini.

Kita kembali kepada ‘hadis palsu moden’ yang saya terima di atas. Agak melucukan bunyinya “pakar meteorologi BAHAGIAN BUNYI”. Adakah jawatan sebegitu? Jika ada, betullah tu, mungkin saya yang kurang ilmu. Pakar bahagian bunyi itu kononnya mendakwa terdengar bunyi seperti NGAUMAN RAKSASA dari bawah mantel bumi. Terus PARA ULAMA menyatakan bunyi itu kemungkinan bunyi Dajal yang mahu naik ke atas muka bumi. Oang-orang di Rusia (banyak yang atehis) sana percaya kisah Dajjalkah?

Amboi, amboi, cepat betul pakar-pakar bunyi itu berhubung dengan PARA ulama sedangkan mereka baru mendengar bunyi itu HARI INI! Masa bila pula apabila ada sesuatu penemuan baru, pakar-pakar meteorology Rusia menjadikan ulama sebagai rujukan? Dan para ulama pun begitu pantas sekali memberikan ulasan. Yang mana satu Dajal ni, yang nak keluar dari bawah tanah tu ke... ataupun yang mula-mula menulis mesej di atas? Hebat betul Dajjal, keluar-keluar dari BAWAH MANTEL BUMI, terus capai telefon bimbit dan tulis mesej.. : )

Kemudian, bila masa pula Dajjal tinggal di bawah bumi? Saya rajin juga membaca dan membuat nota tentang Dajjal tapi tak jumpa pula kisah Dajjal tinggal dalam tanah, dan mengaum pula bunyinya. Pencetus ini nyata jahil ehwal agama Islam.

Kejahilannya terserlah lagi apabila membuat seruan supaya umat Islam SENTIASA/TIDAK BERHENTI mengerjakan solat dan berazan. Ajak orang supaya membanyakkan solat itu bagus, tapi solat dan azan ‘non-stop’ tu pernahkah dibuat para pendahulu kita? Boleh jadi si pencetus ini bukan orang Islam, tak mustahil. Lebih-lebih lagi apabila dia menulis “kpd 10 umat ISLAM” dengan perkataan ISLAM diserlahkan berhuruf besar. Cepatlah habis ‘kredit’ orang-orang Islam asyik menyambung rantai mesej palsu.. : )

Zaman dahulu, hadis-hadis palsu yang menggesa umat Islam menambahkan amal memang banyak. Antara tujuannya supaya umat Islam leka dengan amal dan ketinggalan ehwal keduniaan menyebabkan musuh-musuh Islam mudah menjatuhkan Islam. Ada juga yang mahu mengukuhkan kedudukan politiknya lalu menyebarkan fadhilat amal yang luar biasa. Tujuannya supaya umat Islam kurang masa untuk meneliti ehwal politik, maka dia akan mengaut apa-apa keuntungan politik.

Contohnya hadis-hadis yang mengatakan jika melakukan satu amal tertentu berterusan ataupun pada masa tertentu, akan mendapat pahala 7 orang nabi. Sekali buat sudah dapat pahala 7 nabi, kalau dibuat setiap tahun, setiap minggu? Wahhh, kalah habis para nabi punya amal!

Begitulah, salah satu kaedah untuk mengenal hadis palsu ialah ganjaran yang dijanjikan itu terlalu berlebih-lebihan. Orang awam pun berlumba-lumbalah mengikut saranan hadis palsu itu sedangkan pada masa yang sama pencetusnya mengaut keuntungan.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Juga boleh baca artikel yang juga terkait dengan topik ini DISINI..

Moga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosa kita
lantaran kejahilan kita
dengan perihal Deen ini..
~Ameen~