Photobucket

Thursday, May 21, 2009

>> Under Construction <<

Rapuh...

Detik waktu terus berjalan
Berhias gelap dan terang
Suka dan duka tangis dan tawa
Tergores bagai lukisan

Seribu mimpi berjuta sepi
Hadir bagai teman sejati
Di antara lelahnya jiwa
Dalam resah dan air mata
Kupersembahkan kepadaMu
Yang terindah dalam hidupku

" Meski ku rapuh dalam langkah
Kadang tak setia kepadaMu
Namun cinta dalam jiwa

Hanyalah padaMu

Maafkanlah bila hati
Tak sempurna mencintaiMu

Dalam dadaku harap hanya
DiriMu yang bertahta.."


Detik waktu terus berlalu
Semua berakhir padaMu..



Tuesday, May 5, 2009

Konvensyen Berakhirnya Agenda Zionis


9 MEI 2009

8 pagi – 5 petang

Dewan Merdeka

Pusat Dagangan Dunia Putra, PWTC


Anjuran Bersama

AMAN PALESTIN BERHAD

&

PERSATUAN BELIA ISLAM NASIONAL (PEMBINA)


Barisan Panelis :

Dr. Muhsin Saleh

Pengarah El Zaytouna Centre for Studies and Consultations di Beirut, Lubnan

Profesor Sejarah dan Kontemporari Arab Moden

Dr Azzam al-Tamimiy

Pengarah Institut Pemikiran Politik Islam di London

Dr. Roslan bin Mohd Nor

Pensyarah Kanan Jabatan Sejarah dan Tamadun Islam, Universiti Malaya

Phd Kajian Jurusalem – Islam


Kenapa mesti datang?

Menunjukkan kesungguhanan dan solidariti bersama pejuang dan rakyat Palestin untuk membebaskan bumi Anbiya’ iaitu Palestin daripada cengkaman Zionis - Israel. Mendapatkan kefahaman tentang empayar “Israel Raya” yang sedang dibina oleh Zionis, serta ancaman bahayanya kepada ummat Islam khususnya, bahkan dunia amnya. Mendapatkan kefahaman tentang propaganda dan dakyah negatif Zionis kepada ummat Islam, bahaya yang dibawanya serta langkah menghadapi ancaman propaganda Zionis itu. Mendapatkan kefahaman bahawa akhirnya usaha Zionis hanyalah sia-sia dan pasti menuju kehancuran, bahkan mereka sedang menuju kehancuran. Mendapatkan kefahaman bahawa perjuangan jihad ummat Islam seluruh dunia terutama dalam membela Palestin akan berjaya, bahkan ia adalah sesuatu yang pasti kerana telah dijanjikan oleh Allah swt. Menunjukkan solidariti dalam mencabar Zionis di persada media antarabangsa bahawa kita ummat Islam bukanlah lemah, bahkan kita sedang bangkit. Biar Zionis terkejut dengan cabaran kita bahawa ‘Agenda Zionis Akan, Bahkan Pasti Berakhir’. Jom datang sertai 3,000 atau lebih peserta konvensyen. Tunjukkan solidariti mencabar Zionis laknatullah!


Konvensyen ini membincangkan :

  • Kejatuhan Islam dan Kewujudan Negara Israel
  • Sejauh Manakah Kesan Kewujudan Zionis Terhadap Dunia Sejagat.
  • Peranan Seorang Muslim Dalam Menghadapi Musuh Zionis
  • Hakikat Zionis dan Agenda yang Dipropagandakan.
  • Kebangkitan Islam di Palestin dan Status Agenda Zionis Masa Kini.


Jom daftar sekarang!

Sebelum 3 000 tempat duduk penuh


Cara 1 : Tel 03 8926 7019 Nyatakan penyertaan KBAZ, Nama Penuh dan No IC

Cara 2 : Fax 03 8925 9963 Nyatakan KBAZ, Nama Penuh dan No IC

Cara 3 : Email kbaz2009@yahoo.com Nyatakan KBAZ, Nama Penuh dan No IC

Cara 4 : Sms 019 607 7372 Nyatakan KBAZ, Nama Penuh dan No IC


Bayaran masuk RM10 semasa hadir

Monday, April 13, 2009

ERAT '09

Assalamualaikum wbt..

Khas buat lepasan SPM, STPM dan STAM 2008; program ini khas untuk anda!

EKSPRESI REMAJA AMBANG IPT
-- ERAT '09 --

Forum: Persimpangan Cinta dan Cita-Cita | Ayuh Kenal Yuk! | Latihan Dinamika Kumpulan | Presentasi: Eksplorasi Menara Ilmu | Ceritera Sukses: Resipi Kejayaan Mahasiswa Muslim | Tafakur Alam Rimba! | Cergas Cetus Cerdas | Malam Nurani Intepretasi Seni | R&R Kerjaya dan IPT | Forum: Langkah Menuju Jaya | Ceritera Sukses: Misi Agung Mahasiswa Muslim |dan banyak lagi!


Tarikh: 24 April -- 26 April 2009 (Jumaat -- Ahad)
Lokasi: UIAM Gombak dan Rebutia D'Perkasa Camp
Anjuran: Kelab Rakan Siswa Islah Malaysia (Karisma) dan Pertubuhan Jamaah Islah Malaysia (JIM)
Yuran: RM 30 sahaja!

Di antara testimoni peserta:

"Bagi saya program ini menyeronokkan kerana telah berjaya membuka hati saya kepada kepentingan hidup secara Islam dan nikmat Islam yang cukup cantik dan tersusun." -- Mohd Harith Kamaludin, Kolej Mara Seremban

"Program ini menyeronokkan. .. Boleh dilihat pada pengisian program ini penuh dengan ilmu. Selain itu, jemputan penceramah luar juga menunjukkan program tersebut tidak diabaikan dan mendapat sambutan ramai. Aktiviti yang dijalankan juga dapat menarik remaja." -- Ihsan Alwi, Kolej Matrikulasi Pahang

"Saya sudah mencubanya, anda bila lagi?" -- Harith Md Nasir, UTM Kuala Lumpur

Untuk maklumat lanjut, sila klik;

Thursday, April 9, 2009

Da'ie, berdayalah untuk ISLAM.

Makna Tarbiyah itu sendiri adalah mengharuskan seseorang lebih berdaya, bukan terus-menerus menempel dan tergantung pada orang lain. Meskipun kebersamaan itu merupakan sesuatu yang baik tapi ada saatnya kita tidak dapat bersama, demikian sunnahnya. Sebab kalau mahu, para Sahabat Rasulullah SAW bisa saja menetap dan wafat di Madinah, atau terus-menerus tinggal ber-mulazamah tinggal di Masjidil Haram yang nilainya sekian ratus ribu atau di Masjid Nabawi yang pahalanya sekian ribu kali. Tapi mengapa makam para Sahabat tidak banyak berada di Baqi atau di Mala, tetapi makam mereka banyak bertebaran jauh, beribu-ribu mil dari negeri mereka.


Sesungguhnya mereka mengutamakan adanya makna diri mereka sebagai perwujudan firman-Nya : Wal takum minkum ummatuy yad'una ilal khair. Atau dalam firman-Nya : Kuntum khaira ummatin ukhrijat linnaas (QS : Ali imran : 110). Ummat yang baik tidak untuk disembunyikan tetapi untuk ditampilkan kepada seluruh ummat manusia. Inilah sesuatu yang perlu kita jaga dan perhatikan. Kita semua beramal tapi tidak larut dalam kesendirian. Hendaklah ketika sendiri kita selalu mendapat cahaya dan menjadi cahaya yang menyinari lingkungan sekitarnya.

Jangan lagi ada kader yang mengatakan, saya jadi buruk begini karena lingkungan. Mengapa tidak berkata sebaliknya, karena lingkungan seperti itu, saya harus mempengaruhi lingkungan itu dengan pengaruh yang ada pada diri saya. Seharusnya dimanapun dia berada ia harus berusaha membuat kawasan-kawasan kebaikan, kawasan cahaya, kawasan ilmu, kawasan akhlaq, kawasan taqwa, kawasan al haq, setelah kawasan-kawasan tadi menjadi sempit dan gelap oleh kawasan-kawasan jahiliyah, kezhaliman, kebodohan dan hawa nafsu. Demikianlah ciri kader, dimanapun dia berada terus-menerus memberi makna kehidupan. Seperti sejarah da'wah ini, tumbuh dari seseorang, dua orang kemudian menjadi beribu-ribu atau berjuta-juta orang.


Sangat indah ungkapan Imam Syahid Hasan Al Banna,Antum ruhun jadidah tasri fi jasadil ummah. Kamu adalah ruh baru, kamu adalah jiwa baru yang mengalir di tubuh ummat, yang menghidupkan tubuh yang mati itu dengan Al Qur'an. Jangan ada sesudah ini, kader yang hanya mengandalkan kerumunan besar untuk merasakan eksistensi dirinya. Tapi, dimanapun dia berada ia tetap merasakan sebagai hamba Allah SWT., ia harus memiliki kesadaran untuk menjaga dirinya dan taqwanya kepada Allah SWT., baik dalam keadaan sendiri maupun dalam keadaan terlihat orang. Kemanapun pergi, ia tak merasa kesunyian, tersudut atau terasing karena Allah senantiasa bersamanya. Bahkan ia dapatkan kebersamaan Rasul-Nya, ummat dan alam semesta senantiasa.

Kehebatan Namrud bagi nabi Ibrahim AS tidak ada ertinya, tidaklah sendirian. Allah bersamanya dan alam semesta selalu bersamanya. Api yang berkobar-kobar yang dinyalakan Namrud untuk membinasakan dirinya, ternyata satu korps denganya dalam menunaikan tugas pengabdian kepada Allah. Alih-alih dari menghanguskanya, justeru malah menjadi bardan wa salaman (penyejuk dan penyelamat). Karena itu, kader sejati yakin bahwa Allah SWT akan senantiasa membuka jalan bagi pejuang da'wah sesuai dengan janji-Nya, intanshurullah yan shurkum wa yutsabbit aqdamakum (jika kamu menolong Allah, Ia pasti menolongmu dan mengukuhkan langkahmu).


Semoga para kader mendapatkan perlindungan dan bimbingan dari Allah SWT di tengah derasnya arus dan badai perusakan ummat. Kita harus yakin sepenuhnya akan pertolongan Allah SWT dan bukan yakin dan percaya pada diri sendiri. Masukkan diri dalam benteng-benteng kekuatan usrah atau halaqah tempat junud da'wah melingkar dalam satu benteng perlindungan, menghimpun bekal dan amunisi untuk terjun ke arena pertarungan haq dan bathil yang berat dan menuntut pengorbanan. Disanalah kita mentarbiyah diri sendiri dan generasi mendatang. Inilah sebagian pelipur kesediaan ummat yang berkepanjangan, dengan munculnya generasi baru. Generasi yang siap memikul beban da'wah dan menegakkan Islam. Inilah harapan baru bagi masa depan yang lebih gemilang, dibawah naungan Al Qur'an dan cahaya Islam rahmatan lil alamin.

Merendahlah, engkau kan seperti bintang-gemintang Berkilau di pandang orang Diatas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi Janganlah seperti asap Yang mengangkat diri tinggi di langit Padahal dirinya rendah-hina.. (ALMARHUM Ust KH Rahmat Abdullah)


Halaqah-Online