Photobucket

Thursday, February 4, 2010

Tanpa Sedar..

Bismillahirrahmanirrahim..

“Orang yang pandai adalah yang sentiasa memperbaiki diri dan menyiapkan bekal kematian. Dan orang yang rendah adalah yang selalu menurutkan hawa nafsu dan berangan-angan kepada Allah.” (At-Tirmidzi)

Maha Besar Allah Yang menghidupkan bumi setelah matinya. Air tercurah dari langit membasahi tanah-tanah yang sebelumnya gersang. Aneka benih kehidupan pun tumbuh dan berkembang. Sayangnya, manusia pula mematikan sesuatu yang sebelumnya hidup.


Tanpa sedar, kita terlalu boros terhadap waktu

Trend hidup saat ini memaksa siapapun untuk memandang dunia seakan sesuatu yang mengasyikkan. Serba mudah dan mewah. Sebuah keadaan dimana nilai keringat diganti dengan sesuatu yg segalanya dihujung jari. Dalam kata lain, dunia menjadi begitu melenakan.

Tidak hairan jika gaya hidup kota menggalakkan sesorang menjadi manja. Senang bersantai dan malas bekerja keras. Di suasana serba mudah itulah, waktu menjadi begitu murah. Detik, minit, jam, hingga hari, telah berlalu begitu saja dalam cara hidup santai.

Diumpamakan seperti, jika seseorang memberikan kita wang sebesar RM86,400 setiap hari. Dan jika wang tersebut tidak habis digunakan, ia perlu dikembalikan. Pastinya kita akan memanfaatkan wang tersebut utk sesuatu yang pelaburan yg menguntungkan. Kerana boleh jadi kita tak punya apa-apa ketika tawaran itu terhenti. Dan sangat rugi jika dibiarkan tanpa memenuhi kehendak yang bermanfaat.

Begitulah waktu. Setiap hari Allah sediakan kita tidak kurang dari 86.400 detik. Jika hari berganti, maka berlalulah waktu semalam tanpa berbaki sedikitpun. Dan di hari yang baru, sekali lagi Allah sediakan jumlah waktu yang sama. Begitulah seterusnya. Sehingga tak ada lagi waktu yang diberikan.

Sayangnya, ramai yang gemar membelanjakan waktu itu untuk hal yang remeh-temeh. Dan penyesalan pun muncul ketika "tawaran" waktu ditarik semula. Tanpa pemberitahuan, tanpa teguran dan tanpa peringatan.

Allah swt. berfirman,

“Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (dari Allah swt.).”

(Al-Anbiya’: 1)


Tanpa sedar, kita makin jauh dari keteladanan Rasul dan para sahabat

Pergaulan hidup antara manusia akan mewujudkan pengaruh. Saat itulah, tanpa sedar terjadinya pertukaran selera, gaya, kebiasaan, dan perilaku. Semakin luas ruang lingkup pergaulan itu, semakin besarlah pula risiko keterikutan dan pengaruh yang terjadi.

Stamina seseorang tidak selamanya berada pada posisi paling atas. Adakalanya ia bisa surut. Ketika itu, ia lebih cenderung utk ditarik daripada menarik. Tanpa sedar, terjadinya penyebaran pengaruh luar pada diri seseorang. Perlahan tapi pasti.

Suatu saat nanti, semua orang tidak lagi merasa berat hati melakukan perbuatan yang dulunya pernah dibenci. Dan itu bukan lantaran keterpaksaan. Tapi, kerana adanya percampuran dalam diri terhadap nilai-nilai yang bukan sekadar tidak pernah dicontohkan Rasul, bahkan dilarang. Sekali lagi, perlahan tapi pasti.

Anas bin Malik pernah menyampaikan sebuah ungkapan yang begitu dahsyat di hadapan generasi setelah para sahabat Rasul. Beliau mengatakan, “Sesungguhnya kamu kini telah melakukan beberapa amal perbuatan yang dalam pandanganmu remeh, senipis rambut, padahal perbuatan itu dahulu di zaman Nabi saw kami anggap termasuk perbuatan yang merosak agama.” (Bukhari)


Tanpa sedar, kita jadi begitu asing dengan Islam

Pelunturan terhadap nilai yang dipegang seseorang berlaku tidak secara serentak. Tapi begitu halus, sedikit demi sedikit. Hingga pada saatnya, hamba Allah ini merasa asing dengan nilai Islam itu sendiri.

Ajaran Islam tentang ukhuwah misalnya. Kebanyakan muslim faham bahawa orang yang beriman itu bersaudara. Saling tolong-menolong, saling mencintai, dan saling memberikan pembelaan. Tapi anehnya, nilai-nilai tersebut sudah menjadi tidak lumrah.

Semua pertolongan, perlindungan, pengorbanan kerap dinilai dengan pampasan. Ada hak, ada kewajipan. Ada wang, ada pelayanan. Tiba-tiba seorang muslim merasa wajar hidup dalam karakter individualistik. Bahkan, tidak mustahil jika seorang daie merasa enggan berceramah di suatu tempat kerana nilai bayarannya kecil. Sekali lagi, tak ada wang, tak ada pelayanan.

Firman Allah swt..

“Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, dan dengan pelenyapan itu, kamu tidak akan mendapatkan seorang pembela pun terhadap Kami, kecuali kerana rahmat dari Tuhanmu….”

(Al-Isra’: 86-87)


Tanpa terasa, kita tak lagi dekat dengan Allah swt.

Inilah sumber dari pelunturan nilai keimanan seorang hamba. Kalau seorang pekerja tidak lagi dekat dengan majikannya, sukar untuk diharapkan kebagusan dalam kerjanya. Kesungguhan kerjanya akan berkurangan. Bahkan semakin tak punya nilai. Sekadarnya sahaja. (Tapi ini tidak terjadi pada orang yang ihsannya tinggi).

Jika ini yang terus terjadi, tidak tertutup kemungkinan, ia lupa dengan sang majikan. Ketika seorang hamba melupakan Tuhannya, Allah akan membuat orang itu lupa terhadap dirinya sendiri. Ada krisis identiti. Tidak memahami kenapa ia hidup dan ke mana langkahnya berakhir.

Maha Benar Allah dalam firman-Nya,

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.”

(Al-Hasyr: 19)

Allahu a'lam..

Tazkirah ringkas utk diri, moga tak pernah jauh dariNya..

Thursday, December 24, 2009

Attention to all of You..!!

Salam..
Dear all,
Please circulate

December 27th - January 18th marks the first anniversary of the unspeakable brutality committed by the Zionist regime of Israel against the people of Gaza. For over 22 days, Israel dropped bombs, white phosphorous, used airplanes, helicopters, navy ships, tanks, bulldozers and heavily armed soldiers against a defenseless people.

1,400 dead, 5,000 injured, 20,000 homeless & 50,000 displaced. Schools, hospitals, universities, ministries, homes, shops - nothing was spared. The people of Gaza were simply bombed to death.

All around the world civil societies are marking the first anniversary of this cowardly and genocidal crime and Viva Palestina Malaysia (formerly COMPLETE) calls on all Malaysians to stand in solidarity with the Palestinian people by doing the following:

1. Display the Palestinian scarf on 27th December everywhere you go. Drape it around yourself, tie it to your bag, display it in your car. Just let it be seen.

2. Boycott the following companies, supporters of the Zionist regime of Israel, from 27th December to 18th January - Nestle, McDonald's, Coke and Loreal. Do not buy any of their products!

3. Put up Boycott Israel car stickers, available for free. They can be collected from 6, SS1/24A, Kampung Tunku, Petaling Jaya. Or call Jemaimah at 013 231 4596

4. Observe one minute of silence at exactly 12 noon on 27th December. Turn this silence into a deafening roar against the injustice suffered by the Palestinians.

It is highly encouraged that you get together with family and friends on 27th December. Do take pictures and videos of your activities and email them to complete2009@ gmail.com. We will be posting them on our website and Facebook. Viva Palestina Malaysia members and volunteers will be at the open court of Mid Valley Shopping Mall at 11 am on 27th December. Do join us.

Gaza is still under a blockade. The attack gave the Palestinian struggle a global dimension and civil societies all around the world are stepping in to bring about a change. In the words of Abraham Joshua Heschel,

"Few are guilty, but all are responsible."


Please circulate this email far and wide. Lets get together and remember a people long forgotten by the rest of the world.

For more information do contact the following :

Azra (azrabanu@gmail.com) 016 209 4500

Jemaimah (jemma.mustapha@gmail.com) 013 231 4596


Malay translation >>HERE<<



~Worldwide protests for Gaza~





and i've seen this video.. on the 1st 'Boycott israel Campaign' at DBKL's Building..





+++++++++++++++++++++




Me : Huu, I've just found out that COMPLETE Malaysia has changed their name to Viva Palestina Malaysia (VPM). Erk, sgt terok! nmpak sgt xikut pkembangan smasa.. ^_^"


LET'S SHOW OUR SOLIDARITY!!


Sunday, December 20, 2009

Open ur eyes..


Look around yourselves
Can’t you see this wonder
Spreaded infront of you
The clouds floating by
The skies are clear and blue
Planets in the orbits
The moon and the sun
Such perfect harmony


Let’s start question in ourselves
Isn’t this proof enough for us
Or are we so blind
To push it all aside?

No..


We just have to
Open our eyes, our hearts, and minds
If we just look bright to see the signs
We can’t keep hiding from the truth
Let it take us by surprise
Take us in the best way
Guide us every single day
Keep us close to You
Until the end of time..


Look inside yourselves
Such a perfect order
Hiding in yourselves
Running in your veins
What about anger love and pain
And all the things you’re feeling
Can you touch them with your hand?
So are they really there?

Lets start question in ourselves
Isn’t this proof enough for us?
Or are we so blind
To push it all aside?

No..

When a baby’s born
So helpless and weak
And you’re watching him growing
So why deny
Whats in front of your eyes
The biggest miracle of life..

Open your eyes and hearts and minds
If you just look bright to see the signs
We can’t keep hiding from the truth
Let it take us by surprise
Take us in the best way
Guide us every single day
Keep us close to You
Until the end of time..


Thursday, December 17, 2009

..B.A.R.U..






Azam baru..
Tekad baru..
Ruh baru..



Moga 1431H ini akan mengukir lembaran baru kearah yang lebih baik dalam kehidupan kita semua.. Ameen..


Sayonara Jahiliyyah!


Monday, December 14, 2009

Terperasankah aku?

In the Name of Allah, Most Gracious n Merciful


Segala puji hanya bagi-Mu Ya Allah, di genggaman-Mu segala apa yang ada di alam, Engkau Yang Maha Pengampun atas segala dosa dan kesalahan, Maha Penerima Taubat dari hamba-Mu yang bertaubat, Engkau Yang Maha Dahsyat siksa-Mu, Engkau Yang Maha Luas Kurnia-Mu, Tiada Ilah Yang Haq kecuali Engkau, Kepada-Mu Ya Allah kami semua akan kembali.

Alhamdulillah, masih dikurniakan kekuatan untuk mencoret sesuatu disini. Setelah beberapa ketika menyaksikan peperangan antara sang hati dengan sang akal. Masing-masing mengemukakan hujah tersendiri. Menyatakan baik buruknya pendapat dan pendirian mereka. Alhamdulillah, dihadirkan iman yang berperanan sebagai hakim tepat pada masanya.

Merenung kembali hakikat kejadian hidup ini, terasa seakan-akan mahu selamanya bersujud menghadap yang Maha Esa. Menggunung nikmat yang dikurniakan buat diri sehingga tak terjangkau oleh sang akal untuk menghitungnya. Namun kedurhakaan sekalipun tak pernah lekang dari diri. Seolah-olah begitu akrab sekali dengan jasad. Diberi seribu nikmat, dibalas cuma dengan satu kesyukuran dan selebihnya lagi kedurhakaan. Astaghfirullahalazhim3x...

Disaat genting sebegini, Alhamdulillah hati telah diketuk dan masih diberi peluang untuk bermuhasabah serta menghitung kembali berapa banyak syukur yang telah tertabur sepanjang hayatku ini. Menyoroti kembali perjalanan hidup yang indah walaupun hakikatnya pahit saat ditempuh, memaksa akal untuk berfungsi sepenuhnya. Melihat kembali betapa luasnya kasih sayang Dia buat hamba-hamba-Nya. Begitu cantik perjalanan hidup yg diaturkan-Nya. Walaupun adakalanya hati yang lemah ini begitu mudah merungut dengan mehnah-mehnah yang terhidang. Namun semuanya itu tak pernah sekalipun ditinggalkan-Nya tanpa sebarang hikmah bagi orang-orang yang berfikir.

Teringat pada penulisan yang lalu, malu sendiri dibuatnya. Malu merasakan diri terlalu sibuk sehingga menjadikannya sebagai alasan atas setiap taklifan yang tak terlaksana. Seolah-olah diri inilah insan yang paling sibuk dimuka bumi Allah ini. Paling penat dan paling banyak tugas yang perlu diselesaikan. Padahal terlalu jauh diriku, ibarat langit dan bumi jika nak dibandingkan dengan tugasan-tugasan yang ada pada para pemimpin, ulama', ustaz ustazah serta ikhwah akhawat para daie yang terlebih dahulu menerima amanah ini sebelumku. Dan sememangnya tak tertanding langsung dengan kesibukan Kekasih-kekasih Allah, para Rasul yang menerima amanah secara langsung dari-Nya. Kesibukan Nabi Sulaiman yang mengurus dan memerintah kerajaan manusia, jin dan haiwan serta yang paling ketara sekali kesibukkan pada tubuh perkasa Rasulullah saw yang telah membangun negara Islam pertama dan menyebarkannya keseluruh pelusuk dunia. Bukan satu tugas yang mudah tanpa kemudahan-kemudahan yang ada seperti di zaman ini..

"Adakah kita menyangka bahawa mujahid-mujahid dakwah yang telah berhempas pulas mengorbankan masa, tenaga, harta malahan jiwa di jalan Allah selama ini bukan di kalangan pelajar atau pekerja seperti kita? Yang tidak pernah disibukkan dengan urusan belajar dan pekerjaan? Sungguh tertipulah kita..

Katakan saja yang kita tidak cintakan Islam, kerana jika benar kita cintakan Islam, mana mungkin semudah dan semurah itu alasan akan kita berikan. Janganlah kita menghina para mujahid da’wah, seakan-akan mereka ini tidak pernah sibuk hinggakan sentiasa mempunyai masa untuk diberikannya pada jalan ALLAH.

Janganlah kita menghina Abu Bakar as-Siddiq R.A, Umar al-Khattab R.A, dan sahabat-sahabat lain R.A, para tabi’in, tabi’ tabi’in, Hassan al-Banna, Yusuf al-Qaradhawi, dan lain-lain, yang hidup mereka full time sebagai pendakwah, sedang part time mereka sebagai pelajar, guru, atau peniaga, atau engineer dan sebagainya, dengan menganggap mereka-mereka ini tidak pernah bertembung dengan kesibukan duniawi. Mereka juga sibuk, tapi cinta mereka pada ALLAH, Rasul dan Islam mengatasi kesibukan duniawi mereka.."

[Petikan daripada entri yang lalu - sengaja dipaparkan semula, moga terkesan pada hati yg sering lupa]


Teringat suatu masa dulu, pernah bertekad untuk tidak 'memperasankan diri' dengan kesibukkan yang berlaku walau sedasyat mana pun sibuk yang aku alami. Namun adakalanya aku kalah dan sering lupa pada tekadku itu. Moga kesilapan itu tidak akan menghapuskan amalan-amalanku. Juga berharap agar ada yang menegur jika suatu hari nanti aku cuba menolak untuk melakukan sesuatu tugas demi agama dan pembangunan ummah ini dengan alasan sibuk. Teramat memerlukan peringatan seperti itu dari sahabat-sahabat yang dikasihi Lillahi Ta'ala.

“Sesungguhnya, hatimu jika tidak disibukkan dengan urusan ketaatan, maka ia akan disibukkan dgn perkara batil yang sia-sia”

Alhamdulillah, syukur dihadirkan rasa seronok dan terhibur dengan nikmat istimewa yang dikurniakan ini sehingga tiada lagi masa untuk bermaksiat dan tidak disibukkan dengan hal-hal yang tiada kaitan dengan taklifan agung ini.

Moga peringatan sebegini dapat menyedarkan kembali siapa aku dan apa yang telah diamanahkan oleh Al-Khaliq kepadaku. Moga tidak ditarik nyawaku saat aku mengabaikannya.

" Pimpinlah aku dalam setiap urusanku, moga segala yang kulakukan mendapat redha-Mu.."

Amiin Ya Robb..