
Tuesday, February 22, 2011
Wednesday, February 2, 2011
~ Himpunan Bersama Kebangkitan Rakyat Mesir ~
"Himpunan
Bersama Kebangkitan Rakyat Mesir"
Tarikh : 4 Februari 2011 ( Jumaat )
Masa : Jam 2.00 petang (selepas solat Jumaat)
Tempat Berkumpul : Masjid As-Syakirin, KLCC
Arah Tuju Perarakan : Kedutaan Amerika, Jalan Tun Razak
Tiga desakan utama ialah :
(1) Menggesa AS untuk tidak campur tangan urusan Mesir
(2) Menegaskan kebersamaan rakyat Malaysia dengan rakyat Mesir
(3) Mendesak seluruh dunia untuk memberi tekanan kepada Husni Mubarak supaya letak jawatan.
Mohon semua meneruskan solat hajat memohon kemenangan kepada keadilan dan kesejahteraan buat rakyat Mesir serta memohon keselamatan untuk anak-anak Malaysia yang berada di Mesir.
Let’s show our solidarity with Egyptians!!
By ::Damia:: at 6:36 PM 0 comments
Labels: advertisement, solidarity
Tuesday, February 1, 2011
Kualiti Ruhiyah Pendakwah
- Motivasi.
- Menggerakkan.
- Menilai setiap perbuatan yang dilakukannya.
- Ruku'.
- Sujud.
- Ibadah.
Kemudian ianya diiringi dengan implementasi dari ruhiyah tersebut dalam bentuk :
- Amal.
- Jihad yang benar.
- Bahagian yang pertama dari awal surah hingga ayat 19 yang berisi arahan kewajiban solat malam.
- Bahagian kedua yang berisi rukhshah (keringanan) dalam hukum qiyamullail menjadi sunnah mu'akkadah, iaitu pada ayat yang terakhir, ayat 20.
- Ujian nikmat.
- Ujian cobaan atau musibah.
- Suka atau duka.
- Senang atau sukar.
- Ringan atau berat.
Justeru :
- Semakin besar nikmat yang diterima oleh seseorang, sepatutnya semakin bertambah kadar kesyukurannya.
- Semakin besar rasa syukurnya, sepatutnya akan semakin tinggi kekuatan dakwahnya.
Ternyata, kejayaan dakwah Rasulullah saw yang diteruskan oleh para sahabatnya sangat ditentukan (selain dari pertolongan Allah) dengan kekuatan ruhiyahnya. Selain dari qiyamullail yang menjadi amaliyah rutin sepanjang masa, cahaya Al-Qur'an juga sentiasa menyinari hatinya.
- Kualiti ruhiyahnya.
- Kekuatan amalnya.
By ::Damia:: at 9:41 AM 0 comments
Labels: muhasabah, tarbiyyah, tazkirah, tazkiyatun nafs
Monday, January 24, 2011
Faqih fid Din..

By ::Damia:: at 1:21 AM 0 comments
Labels: Bicara Qalb, muhasabah, tarbiyyah, tazkirah
Tuesday, December 14, 2010
Dunia maya mempersonakannya
Ia seorang ikhwan yang iltizam terhadap din. Penghafal Al-Quran yang juga sangat bersemangat dalam mempelajari sunnah Nabi, mempraktekkannya dan mendakwahkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bolehlah sebut dia sebagai aktivis dakwah. Dengan cahaya ilmu dan amal yang menghiasi dirinya, maka tak bisa ditampik lagi, berbagai pujian pun mengalir untuknya. Keluarga, teman-teman dan orang yang mengenalnya memujinya. “Saleh” , “zuhud” , “alim” dan berbagai atribut sanjungan lainnya mereka sematkan untuknya. Demikianlah keadaannya. Sampai ketika ia telah mengenal internet, di sinilah perubahan itu bermula. Ia yang walaupun latar belakangnya dari sekolah umum, namun sejak mengenal dakwah dan tarbiyah sudah mulai menjaga jarak dari lawan jenis, bahkan terputuslah komunikasi antaranyadengan lawan jenis, kecuali bila darurat atau ada hajat yang perlu ditunaikan. Tatkala ia membuka dan menjelajahi dunia maya, terkesiaplah ia. Ia melihat dunia baru yang belum pernah dikenalnya sebelumnya. Ia terpana menyaksikan interaksi antara (sebagian) ikhwan dan akhwat di “dunia baru” ini. Kalau hubungan antara (sebagian) ikhwan dan akhwat terasa “dingin” di dunia nyata, namun di dunia maya, justru “kehangatan”lah yang terasa. Sekat yang selama ini membatasi pergaulan Ikhwan-akhwat dalam dunia nyata, seolah-olah tak teraba di dunia maya. Para ikhwan yang selama ini “kaku”, “jaim (jaga image)” di depan akhwat, begitu juga sebaliknya, namun di dunia maya semua itu seakan tinggal cerita. Yang ia saksikan justru “keramahan”: saling menyapa, canda dan curhat mesra. ”Pesona” seperti inilah yang ia saksikan hampir setiap hari di dunia maya. Terlihat “indah” memang. Namun, baginya “pesona” itu hanyalah kamuflase atau fatamorgana yang menipu. Ia tak menghiraukannya. Ia tetap istiqamah dalam ilmu dan amalnya. Akan tetapi, betapapun jernihnya kaca, bila selalu terkena debu maka akan kusam pula akhirnya. Meskipun ia mengingkari “pesona” yang ada di depan matanya, namun ketika “pesona” itu berulang-ulang disaksikannya sehari-hari, tanpa disadari “pesona” itu meronai benaknya dan bergelayut di hatinya. Jadilah “pesona” itu seakan magnet yang menariknya untuk menghampiri dan menyambutnya. Maka tatkala luapan “pesona” itu telah tertambat kuat di hatinya dan membuncah di dadanya, tak sanggup lagilah ia untuk menjauhinya . Ia pun menghampiri blog-blog para akhwat demi “maslahat dakwah”. Ia buka chatting dengan lawan jenis untuk suatu tujuan yang namanya “hidayah”. Tak dinyana, ada “kehangatan” tersendiri baginya ketika itu. Maka ia pun makin bersemangat memberikan faidah atau nasehat kepada lawan jenisnya melalui komentar di blog maupun chatting. Demikianlah seterusnya, nasihat demi nasihat selalu mengalir darinya. Setelah berlalu beberapa waktu dilanjutkan dengan “nasihat akrab”: nasihat dengan sedikit canda agar menghilangkan “kekakuan”. Demikian seterusnya. Sampai akhirnya ia mengunjungi blog-blog para akhwat dan chatting dengan mereka hanya sekedar untuk bercanda, mengisi waktu luang dan mengobati kejenuhan. Tanpa terasa adab-adab berbicara terhadap lawan jenis makin dilalaikan. Ilmu dan amal yang selama ini dikerjakan mulai ditinggalkan. Akhirnya pikirannya dipenuhi dengan “pesona dakwah“ yang dijalankannya. Di hatinya tersemai rindu untuk bertemu dengan “mad’u”nya. Bila satu hari saja tidak memberi “nasehat”, kegalauan mengurung hatinya dan menyesakkan dadanya. Tak terasa hafalan Al-Qurannya pun terganggu. Kekhusyukannya dalam membaca dan merenungi kitabullah pun mulai luntur. Hari demi hari berlalu terasa makin sulit baginya untuk mentadaburi ayat-ayat Al-Quran yang dibaca atau didengarnya. Ia tidak bisa lagi mencecap manisnya menyelami Al-Quran seperti sebelumnya. Apa yang salah denganmu, ya akhi? Kenapa hatimu menjadi keras? Mana air mata yang dulu meleleh di wajahmu tatkala ayat-ayat Allah dilantunkan? Mana semangat beramalmu yang dulu membara tatkala hadits Nabi disebutkan? Apa penyebab semua ini, wahai saudaraku? Internet! Itulah jawaban dari semua pertanyaan tadi. Kamu telah menjadi korban internet. Internet, chatting, facebook dan yang semisalnya telah menjauhkanmu dari cahaya hidayah! Internet memang merupakan salah satu kenikmatan yang diberikan Allah kepada kita semua di zaman ini. Namun siapa yang menyangka jika kenikmatan ini bisa berubah menjadi kebinasaan tatkala melampaui batas-batas hukum-Nya atau digunakan untuk selain yang diridhai-Nya. Tak ada yang salah seorang ikhwan ingin mendakwahi atau memberikan faidah kepada akhwat, begitu juga seorang akhwat ingin mendakwahi atau memberikan faidah kepada ikhwan. Namun apa faidah yang ingin kamu sampaikan jika ada “sesuatu” pada hatimu tatkala menasehatinya? Apa faidah yang ingin kamu sampaikan jika pikiranmu membayangkan sosoknya? Apakah kata-kata mesramu itu bisa menunjukkannya pada hidayah? Apakah candamu itu bisa mendekatkannya kepada Allah? Betul, di zaman salafus saleh memang ada surat-menyurat antara pria dan wanita. Melalui surat, mereka saling menegur, menasehati, memenuhi kebutuhan yang perlu diselesaikan. Akan tetapi, sudahkah kamu menyamai mereka dari sisi ilmu dan ketakwaan? Apakah kamu telah meneladani mereka dalam menjaga adab-adab berbicara terhadap lawan jenismu? Apakah derajat ketakwaanmu telah menyamai mereka sehingga hatimu tak merasakan “apa-apa” tatkala menasihati “mad’u”mu? Kalau jawabanmu belum, maka tutuplah “keindahan” dan “kerinduan” yang telah kamu rasakan ini. Gantilah itu dengan keindahan tangismu tatkala membaca ayat-ayat Rabbmu. Gantilah itu dengan kebahagiaan hatimu tatkala mempraktekkan sunnah Nabimu. Gantilah itu dengan kerinduanmu untuk bertemu dengan-Nya di akhirat kelak. Kalau kamu merasa kebiasaan barumu itu sebagai sesuatu yang lumrah dan lazim, apalagi sampai menganggapnya sebagai sesuatu yang perlu diperjuangkan dan tidak semestinya dikekang, maka marilah kamu kami mandikan, kami kafankan, kami shalatkan, lalu kami kuburkan. Karena hatimu sudah beku, sekarat atau mati, meski masih bergerak jasadmu, masih menatap matamu,dan masih berbicara lisanmu. إنا لله و إنا إليه راجعون… Astaghfirullahalazhim... na'uzubillah.. source : anungumar
By ::Damia:: at 11:58 PM 0 comments

