Photobucket

Monday, January 24, 2011

Faqih fid Din..


In the Name of Allah, Most Gracious, Most Merciful

Kembali menulis setelah menyepikan diri untuk beberapa ketika dari dunia blog bukanlah suatu perkara yang mudah. Terasa amat kekok dan kaku. Namun Alhamdulillah masih diberi peluang untuk berkongsi sesuatu disini. Alhamdulillah thumma Alhamdulillah. Takkan pernah cukup rasa syukur sepanjang hayat ini..

Entah mengapa kebelakangan ini saya kerap dipertemukan dengan insan-insan yang terlalu istimewa buat saya. Kelemahan diri yang mereka ceritakan pada saya bukan menambah rasa kurang hormat saya pada mereka bahkan ianya telah membuatkan saya amat mengagumi mereka. From Zero to Hero! Subhanallah! Begitulah hakikatnya bila Allah berkehendakkan hidayah itu menjengah pada jiwa manusia pilihanNya. Dan amat beruntunglah bagi mereka yang menyambut kedatangan hidayah itu dengan hati yang terbuka.

"Allah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketaqwaan,
Beruntung bagi yang mensucikannya,
Merugilah bagi yang mengotorinya.."
(As-Syams: 8-10)

"Barangsiapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah, Dia akan membukakan dadanya untuk menerima Islam. Dan barangsiapa dikehendakiNya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia sedang mendaki ke langit. Demikian Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.."
[Al-An'am:125]

:عن أبي هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم

من يرد الله به خيرا يفقهح في الدين
(صحيح البخاري ومسلم)

"Sesiapa yang Allah mahukan kebaikan baginya, Dia (Allah) akan memberikannya kefahaman dalam Ad-Din.."


~Moga terus diberi kekuatan untuk bersama mereka merasai, menghayati dan mensyukuri nikmat agung ini. Semoga kita sentiasa terpilih untuk diberi kefaqihan dalam agama~

Ameen Ya Robb..



Tuesday, December 14, 2010

Dunia maya mempersonakannya

Ia seorang ikhwan yang iltizam terhadap din. Penghafal Al-Quran yang juga sangat bersemangat dalam mempelajari sunnah Nabi, mempraktekkannya dan mendakwahkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bolehlah sebut dia sebagai aktivis dakwah. Dengan cahaya ilmu dan amal yang menghiasi dirinya, maka tak bisa ditampik lagi, berbagai pujian pun mengalir untuknya. Keluarga, teman-teman dan orang yang mengenalnya memujinya. “Saleh” , “zuhud” , “alim” dan berbagai atribut sanjungan lainnya mereka sematkan untuknya.

Demikianlah keadaannya. Sampai ketika ia telah mengenal internet, di sinilah perubahan itu bermula. Ia yang walaupun latar belakangnya dari sekolah umum, namun sejak mengenal dakwah dan tarbiyah sudah mulai menjaga jarak dari lawan jenis, bahkan terputuslah komunikasi antaranyadengan lawan jenis, kecuali bila darurat atau ada hajat yang perlu ditunaikan. Tatkala ia membuka dan menjelajahi dunia maya, terkesiaplah ia. Ia melihat dunia baru yang belum pernah dikenalnya sebelumnya.

Ia terpana menyaksikan interaksi antara (sebagian) ikhwan dan akhwat di “dunia baru” ini. Kalau hubungan antara (sebagian) ikhwan dan akhwat terasa “dingin” di dunia nyata, namun di dunia maya, justru “kehangatan”lah yang terasa. Sekat yang selama ini membatasi pergaulan Ikhwan-akhwat dalam dunia nyata, seolah-olah tak teraba di dunia maya. Para ikhwan yang selama ini “kaku”, “jaim (jaga image)” di depan akhwat, begitu juga sebaliknya, namun di dunia maya semua itu seakan tinggal cerita. Yang ia saksikan justru “keramahan”: saling menyapa, canda dan curhat mesra. ”Pesona” seperti inilah yang ia saksikan hampir setiap hari di dunia maya. Terlihat “indah” memang. Namun, baginya “pesona” itu hanyalah kamuflase atau fatamorgana yang menipu. Ia tak menghiraukannya. Ia tetap istiqamah dalam ilmu dan amalnya.

Akan tetapi, betapapun jernihnya kaca, bila selalu terkena debu maka akan kusam pula akhirnya. Meskipun ia mengingkari “pesona” yang ada di depan matanya, namun ketika “pesona” itu berulang-ulang disaksikannya sehari-hari, tanpa disadari “pesona” itu meronai benaknya dan bergelayut di hatinya. Jadilah “pesona” itu seakan magnet yang menariknya untuk menghampiri dan menyambutnya. Maka tatkala luapan “pesona” itu telah tertambat kuat di hatinya dan membuncah di dadanya, tak sanggup lagilah ia untuk menjauhinya . Ia pun menghampiri blog-blog para akhwat demi “maslahat dakwah”. Ia buka chatting dengan lawan jenis untuk suatu tujuan yang namanya “hidayah”.

Tak dinyana, ada “kehangatan” tersendiri baginya ketika itu. Maka ia pun makin bersemangat memberikan faidah atau nasehat kepada lawan jenisnya melalui komentar di blog maupun chatting. Demikianlah seterusnya, nasihat demi nasihat selalu mengalir darinya. Setelah berlalu beberapa waktu dilanjutkan dengan “nasihat akrab”: nasihat dengan sedikit canda agar menghilangkan “kekakuan”. Demikian seterusnya. Sampai akhirnya ia mengunjungi blog-blog para akhwat dan chatting dengan mereka hanya sekedar untuk bercanda, mengisi waktu luang dan mengobati kejenuhan.

Tanpa terasa adab-adab berbicara terhadap lawan jenis makin dilalaikan. Ilmu dan amal yang selama ini dikerjakan mulai ditinggalkan. Akhirnya pikirannya dipenuhi dengan “pesona dakwah“ yang dijalankannya. Di hatinya tersemai rindu untuk bertemu dengan “mad’u”nya. Bila satu hari saja tidak memberi “nasehat”, kegalauan mengurung hatinya dan menyesakkan dadanya.

Tak terasa hafalan Al-Qurannya pun terganggu. Kekhusyukannya dalam membaca dan merenungi kitabullah pun mulai luntur. Hari demi hari berlalu terasa makin sulit baginya untuk mentadaburi ayat-ayat Al-Quran yang dibaca atau didengarnya. Ia tidak bisa lagi mencecap manisnya menyelami Al-Quran seperti sebelumnya.

Apa yang salah denganmu, ya akhi? Kenapa hatimu menjadi keras? Mana air mata yang dulu meleleh di wajahmu tatkala ayat-ayat Allah dilantunkan? Mana semangat beramalmu yang dulu membara tatkala hadits Nabi disebutkan? Apa penyebab semua ini, wahai saudaraku?

Internet! Itulah jawaban dari semua pertanyaan tadi. Kamu telah menjadi korban internet. Internet, chatting, facebook dan yang semisalnya telah menjauhkanmu dari cahaya hidayah!

Internet memang merupakan salah satu kenikmatan yang diberikan Allah kepada kita semua di zaman ini. Namun siapa yang menyangka jika kenikmatan ini bisa berubah menjadi kebinasaan tatkala melampaui batas-batas hukum-Nya atau digunakan untuk selain yang diridhai-Nya.

Tak ada yang salah seorang ikhwan ingin mendakwahi atau memberikan faidah kepada akhwat, begitu juga seorang akhwat ingin mendakwahi atau memberikan faidah kepada ikhwan. Namun apa faidah yang ingin kamu sampaikan jika ada “sesuatu” pada hatimu tatkala menasehatinya? Apa faidah yang ingin kamu sampaikan jika pikiranmu membayangkan sosoknya? Apakah kata-kata mesramu itu bisa menunjukkannya pada hidayah? Apakah candamu itu bisa mendekatkannya kepada Allah?

Betul, di zaman salafus saleh memang ada surat-menyurat antara pria dan wanita. Melalui surat, mereka saling menegur, menasehati, memenuhi kebutuhan yang perlu diselesaikan. Akan tetapi, sudahkah kamu menyamai mereka dari sisi ilmu dan ketakwaan? Apakah kamu telah meneladani mereka dalam menjaga adab-adab berbicara terhadap lawan jenismu? Apakah derajat ketakwaanmu telah menyamai mereka sehingga hatimu tak merasakan “apa-apa” tatkala menasihati “mad’u”mu? Kalau jawabanmu belum, maka tutuplah “keindahan” dan “kerinduan” yang telah kamu rasakan ini. Gantilah itu dengan keindahan tangismu tatkala membaca ayat-ayat Rabbmu. Gantilah itu dengan kebahagiaan hatimu tatkala mempraktekkan sunnah Nabimu. Gantilah itu dengan kerinduanmu untuk bertemu dengan-Nya di akhirat kelak.

Kalau kamu merasa kebiasaan barumu itu sebagai sesuatu yang lumrah dan lazim, apalagi sampai menganggapnya sebagai sesuatu yang perlu diperjuangkan dan tidak semestinya dikekang, maka marilah kamu kami mandikan, kami kafankan, kami shalatkan, lalu kami kuburkan. Karena hatimu sudah beku, sekarat atau mati, meski masih bergerak jasadmu, masih menatap matamu,dan masih berbicara lisanmu. إنا لله و إنا إليه راجعون…

Astaghfirullahalazhim... na'uzubillah..

source : anungumar

Monday, November 15, 2010

KBM SSQ+5R (2010)


edit size

>>Klik Banner utk maklumat lanjut<<

Assalamu’alaikum wbt…

Cuti sekolah semakin tiba. Seperti biasa kami menyediakan program khas bagi mengisi masa lapang adik-adik di musim cuti sekolah ini.

KBM SSQ+5R kembali lagi!!

Banyak aktiviti menarik dan tertarik menanti adik-adik..

Butirannya seperti di bawah:

Tarikh : 8-11 Dis 2010
Masa : 8am ( 8 dis ) - 2pm ( 11 dis )
Lokasi : Impian Country Resort
Yuran : RM 200 sahaja
Peserta : 13 - 16 Tahun ( terbuka seluruh Malaysia )
Tarikh tutup : 1 Disember 2010
Maklumat lanjut hubungi :
Abg Bai ( 013-7517051 )
Kak Mia ( 012-6456228)


Tuesday, November 9, 2010

~ Exam Mode ~


"Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh Allah mencintai orang yang bertawakal.."

[3:159]


Selamat Exam!

bitaufiq wannajah!

robbuna yusahhil wa yunajjih fil imtihan..

~ Ameen Ya Robb ~


p/s: org lain dh nk abes pper, kte baru nk start.. ^_^


Wednesday, October 20, 2010

Jom daftar pemilih!


**Entry xde kaitan dgn tajuk dan mana-mana kempen pilihanraya~~ tp bg ssiapa yg dh cukup umur tu silelah mendaftar ye. Your vote can CHANGE THE WORLD! ^_^

Bismillahirrahmanirrahim..

Dalam hidup ini sebenarnya kita tak pernah sunyi dari membuat keputusan. Dalam sehari sahaja terlalu banyak keputusan yang telah kita buat dan kita ambil. Sama ada baik atau buruk, itulah pilihan yang telah kita buat.

Alangkah beruntungnya orang yang dapat membezakan setiap pilihan yang bakal diambil. Bertuahnya mereka yang dapat mengasingkan antara pilihan yang baik dengan pilihan yang buruk. Maka proses membuat keputusan pun menjadi mudah.

Tetapi bagaimana pula jika kedua-dua pilihan itu adalah pilihan yang baik atau kedua-duanya adalah pilihan yang buruk? Mungkin agak sukar bagi si pemilih untuk memilih sesuatu pilihan yang seharusnya dipilih berdasarkan apa yang telah dipilih oleh Allah untuknya.

Maaf agak serabut disitu. Tapi itulah yang sy hadapi sekarang. Tersepit antara dua pilihan yang mana kedua-duanya adalah baik tetapi tak pasti mana satu adalah yang terbaik untuk dipilih dan sesuai dengan kehendakNya.

"Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu sedangkan ia baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu sedangkan ia buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.." [2:216]

Ok Alhamdulillah.. Finally, i got the answer! [istikharah+du'a] Sy memang tiada jawapan untuk persoalan2 itu kerana jawapannya ada pada Dia. Seluruh takdir dan keputusan hidup ini telah diserahkan sepenuhnya pd Dia dan sepatutnya sy tak perlu memandai-mandai membuat keputusan sendiri kerana semuanya telah diputuskan oleh Al-Muqtadir (Yang Maha Menentukan). Hanya perlu memohon petunjukNya agar dipimpin hati ini kearah pilihan terbaik yang telah ditetapkanNya.

Robbuna yusahhil...

"Ya Allah, jangan Engkau biarkan nasib kami ditentukan oleh diri kami sendiri, walaupun sekadar sekelip mata atau kadar masa yang lebih pendek dari itu.."

Amin Ya Robbal 'Alamin..