Photobucket

Thursday, July 16, 2009

Teruskan langkahmu..



Teringat kembali nasihat Syeikhut tarbiyah, Ust. Rahmat Abdullah, tentang dakwah..

Memang dakwah seperti itu. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Hingga fikiranmu, perhatianmu, jalanmu, duduk, dan tidurmu. Bahkan di tengah lenamu, isi mimpi pun masih tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai.

Dan dakwah memang seperti itu. Menyedut seluruh energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di tubuhmu. Tubuh yg luluh diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.

Seperti itu juga keadaannya pada rambut Rasulullah saw. Beliau memang akan tua. Tapi rambutnya beruban kerana beban berat dari ayat yg diturunkan Allah. Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah kebingungan, tidak ada lagi orang miskin yg dapat diberikan sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak. Sukar utk membayangkan sekuat mana sang Khalifah ini bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai jadi lemah. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Dan sememangnya itu yang beliau harapkan; mati sebagai jiwa yang tenang.

Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.

Tidak! Sama sekali tidak. Sebaliknya kelelahan, rasa sakit itu selalu datang bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah yg akan segera mereka lakarkan yang jauh lebih “tragis”. Dan kerana rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani dan selalu mengintai ke mana pun mereka pergi… akhirnya menjadi sebati. Jika iman dan godaan rasa lelah itu selalu berperang, diakhirnya, salah satunya pasti mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya akan lelah untuk memerangi iman. Lalu terus berkobarlah iman dalam dada.

Begitu juga dgn rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda jika dibandingkan jihad yang begitu cantik dan indah dihadapanmu. Begitu juga Umar R.A, saat Rasulullah wafat, beliau tidak dapat menerimanya. Namun saat Abu Bakar pula wafat, beliau menerimanya dgn redha. Bukannya tidak cinta pada Abu Bakar. Tapi atas kesedaran yg beliau pasti akan “ditinggalkan”, hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan sudah menjadi seperti ubat bagi penguat iman..

Pejuang yg tubuhnya luluh, jasadnya dihenyak beban dakwah, namun iman di hatinya terus memancarkan cinta… Mengajak kita untuk terus berlari…

“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu..
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu..
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu..
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu..
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu..”

(Alm. Ust Rahmat Abdullah)


Kalau iman dan syaitan terus bertempur. Pada akhirnya salah satunya harus mengalah.

" Ya Allah, kurniakanlah kami panasnya iman yang mampu membakar roh HAMASAH untuk terus bermujahadah dengan penuh kesabaran.."

Ameen Ya Robbal 'Alamin..

“Kadang tak mudah untuk belajar dari hikmah yang dipetik orang…maka bergeraklah, rasakan dan petik sendiri hikmah itu…”


Source : Terjemahan dr blog sahabat..

0 comments: